Rp 100 to Rp 1,500,000

More Search Options
We found 0 results. View results
Your search results

Dampak riba untuk pribadi dan masyarakat

Posted by Min on March 15, 2018
| 0

Bahagiakan hidupmu tanpa riba

Allah berfirman: Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Mukminun:51)

Admin NGPS

Riba, menurut bahasa artinya bertambah dan tumbuh; sebagaimana firman Allah: Dan kamu lihat bumi itu kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Al Hajj:5).

Riba merupakan perkara yang dilarang oleh Allah dan Rasulnya.  hasil usaha yang berasal dari cara-cara riba, tidak ada berkahnya, bahkan hanya mendatangkan kerugian dan bahaya bagi siapa saja yang ikut serta dalam segala bentuk transaksi riba; baik pemberi modal, peminjam, penulis dan saksi. Melakukan  pembelaan terhadap mereka dalam kasus hukum, melindungi dan mengamankan mereka. Atau seluruh tindakan yang bersifat mendukung, melancarkan dan mensukseskan transaksi riba yang dilarang serta sarat dengan tindakan aniaya. Maka, Allah dan RasulNya memerangi perbuatan yang sangat dilarang itu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Keharaman riba lebih berat dibanding perjudian. Karena pengembang riba mendapat imbalan secara jelas dari orang yang kesusahan. Adapun penjudi bisa mendapatkan keuntungan (dan) bisa tidak. Dan riba merupakan kezhaliman yang nyata, karena eksploitasi dan penindasan orang kaya atas orang miskin.”

Adapun bahaya dan dampak negatif riba terhadap pribadi dan masyarakat, baik dari sisi agama, dunia dan akhirat sangat besar mudharatnya.

Ingat riwayat ini? “tentang orang yang bepergian jauh, pakaiannya compang-camping dan rambutnya acak-acakan, sementara ia menengadahkan tangan ke atas langit, ‘Ya rabbi, ya Rabbi,’ sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram; bagaimana doanya dikabulkan?”

Sebagai bentuk maksiat kepada Allah dan RasulNya.

Tidak diragukan, bahwa orang yang melakukan atau membantu transaksi riba secara terang-terangan, ia telah menentang Allah dan Rasulullah. Padahal Allah berfirman,  “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul, takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih. ( An Nur 63).” 

Rasulullah juga bersabda, “Setiap umatku akan masuk surga, kecuali yang tidak mau. (Rasulullah) ditanya,’ Siapakah yang tidak mau, wahai Rasulullah’? (Rasulullah menjawab),’Barangsiapa yang mentaatiku akan masuk surga dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka ia tidak mau masuk surga. (HR Bukhari).”

Allah berfirman, artinya: Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya dan melanggar ketentuan-ketentuanNya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. (QS An Nisa:14).

Sedekah dari harta riba ditolak

Karena riba merupakan hasil usaha kotor dan haram, maka Allah tidak menerimanya sebagai barang sedekah. Allah berfirman, artinya: Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk, lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. (QS Al Baqarah:267).

Dalam hadits yang shahih Nabi bersabda, Allah itu bersih dan tidak menerima, kecuali yang bersih.

Allah tidak mengabulkan doa pemakan riba.

Harta yang haram -termasuk riba- bisa menjadi penghalang doa sehingga tertolak. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, “Wahai manusia, sesungguhnya Allah Maha Bersih; tidak menerima, kecuali yang bersih. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang beriman, seperti Allah memerintahkan kepada para nabi.” 

Maka Allah berfirman: “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mukminun:51

Dan Allah berfirman: Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu. (QS Al Baqarah:172).

Kemudian beliau menuturkan tentang orang yang bepergian jauh, pakaiannya compang-camping dan rambutnya acak-acakan, sementara ia menengadahkan tangan ke atas langit, ‘Ya rabbi, ya Rabbi,’ sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram; bagaimana doanya dikabulkan? (HR Muslim).

Hilangnya keberkahan umur dan penghasilan.

Dalilnya firman Allah, artinya: Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. (QS Al Baqarah:276).

Ayat di atas menjadi peringatan keras bagi orang yang terkait dengan transaksi riba dalam berbagai sisi. Allah memusnahkan harta kekayaan yang berasal dari riba dengan berbagai cara, baik disebabkan kebakaran, banjir, pencurian, atau peraturan yang zhalim hingga menguras harta kekayaan mereka dengan paksa dan hina. Bahkan boleh jadi, Allah memusnahkan seluruh kekayaan ribawi.

Berapa banyak orang kaya berubah menjadi jatuh miskin dan melarat, karena akibat dari harta riba, sebagaimana sabda Nabi: “Tidaklah orang memperbanyak kekayaan dari riba, melainkan akibat akhirnya akan mengalami bangkrut dan melarat.” (HR Ibnu Majah).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Compare Listings