Submit Property
click to enable zoom
Loading Maps
We didn't find any results
open map
View Roadmap Satellite Hybrid Terrain My Location Fullscreen Prev Next
Advanced Search

Rp 0 to Rp 1,500,000

More Search Options
We found 0 results. Do you want to load the results now ?
Advanced Search

Rp 0 to Rp 1,500,000

More Search Options
we found 0 results
Your search results

Kredit kepemilikan rumah bekas dan baru

Posted by Admin on November 16, 2016
| 0

kredit-kepemilikan-rumah-bekas

Harga rumah semakin melambung tinggi. Ditambah lagi dengan biaya kebutuhan sehari-hari yang juga semakin tinggi, sehingga kadangkala mau tidak mau, uang tabungan diambil untuk menutupi biaya hidup. Lalu bagaimana membeli rumah cash atau kredit?.

Untuk saat ini masyarakat cenderung lebih memilih cara KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah bekas maupun baru untuk dapat memiliki sebuah rumah, karena beli rumah dengan cara cash semakin tak terkejar, kecuali bagi orang-orang yang memang memiliki persiapan finansial dan berpenghasilan tinggi, seperti pengusaha, pejabat, artis yang memiliki job-job besar dan lain sebagainya, cara lain untuk memiliki rumah saat ini adalah dengan cara dicicil untuk beberapa tahun sesuai dengan kemampuan.

Tidak ada salahnya bagi para calon nasabah yang malakukan kredit kepemilikan rumah bekas dan baru untuk mengetahui beberapa istilah kpr dalam bank agar tidak terlalu awam saat terlibat langsung dengan prosesnya dikemudian hari.

Seperti apa proses kredit kepemilikan rumah bekas dan berapa lama?

kredit kepemilikan rumah bekas maupun baru bisa jadi merupakan ikatan, komitmen, atau perjanjian hutang-piutang terbesar dan terpanjang waktunya yang mungkin pernah dialami. Sebenarnya hal itu adalah wajar saja, dikarenakan harga rumah yang mahal pastinya akan berimbas pada besaran kredit dan lamanya waktu untuk mengembalikannya. Jangka waktu kredit umumnya 10 hingga 15 tahun, tergantung dari kemampuan.

Faktor penentu keberhasilan Proses KPR rumah

Sayangnya untuk mendapatkan persetujuan KPR dari bank merupakan urusan yang tidak mudah, seringkali mendebarkan, ibarat seorang mahasiswa yang sedang menunggu hasil sidang skripsi. Kita harus melalui serangkaian prosedur dan tahap-tahap proses penyaringan serta bermacam proses administrasi dan legalisasi.

Namun tidak mudah bukanlah berarti sulit, yang pasti persetujuan permohonan KPR yang kita ajukan memang sangat bergantung kepada kemampuan finansial yang kita miliki. Pada umumnya, bank akan menggunakan beberapa faktor sebagai pertimbangan sebelum memutuskan untuk menyetujui permohonan KPR seseorang. Beberapa faktor tersebut adalah:

Besaran Income Menentukan kredit kepemilikan rumah

Bank biasanya menggunakan metode menggandakan penghasilan utama ditambah penghasilan kedua untuk menghitung besarnya nominal pinjaman maksimal yang bisa diberikan, dengan asumsi penghasilan joint income. Jadi jumlah maksimal pinjaman yang bisa diberikan adalah tiga kali (3x) penghasilan utama per tahun, ditambah satu kali (1x) penghasilan kedua per tahun.

Sebagai contoh jika suami berpenghasilan 8 (delapan) juta per bulan atau 96 (sembilan puluh enam) juta per tahun, ditambah penghasilan istri 5 (lima) juta per bulan atau 60 (enam puluh) juta per tahun, maka jumlah pinjaman maksimal yang bisa diberikan oleh bank kemungkinan sekitar 348 (tiga ratus empat puluh delapan) juta. Namun jika konsumen belum menikah atau statusnya masih single, maka yang diperhitungkan adalah penghasilan utama saja, sebab belum memiliki joint income dengan pasangan.

Jadi jika penghasilan konsumen kecil, maka jumlah pinjaman yang diberikan bank juga kecil. Sebaliknya, jika penghasilan besar, semakin besar pula pinjaman yang bisa diberikan. Perlu diingat bahwa jenis penghasilan yang dipertimbangkan oleh bank adalah penghasilan yang rutin dan terjamin.

Oleh karena itu, maka penghasilan yang tidak rutin seperti bonus, uang lembur, dan lain sebagainya akan diabaikan. Bank akan meminta tanda bukti tertulis seperti slip gaji, rekening koran, buku tabungan, dan lain-lain yang diperlukan.

Track record nasabah dan persetujuan kredit kepemilikan rumah

Bank secara otomatis akan mengurangi jumlah pinjaman yang bisa diberikan bila konsumen ternyata memiliki hutang atau kewajiban-kewajiban yang masih berjalan. Hal ini dikarenakan kewajiban yang sedang berjalan tadi sudah mengurangi kemampuan konsumen dalam mengambil pinjaman yang berikutnya, mengurangi kemampuan konsumen dalam membayar cicilan hutang bulanan berikutnya.

Sangat masuk akal, bukan? Bayangkan, jika kita sudah memiliki cicilan hutang kemudian ditambah lagi dengan cicilan kredit rumah, apakah sisanya cukup untuk menutupi biaya hidup? semakin banyak hutang yang sedang berjalan, maka semakin kecil kemungkinannya untuk mendapatkan persetujuan KPR dari bank. Atau bahkan pernah mengalami wanprestasi yang mengakibatkan terhambatnya proses persetujuan kredit kepemilikan rumah bekas maupun baru.

Cara kredit kepemilikan rumah bekas pun harus dengan Uang Muka

Umumnya bank tidak akan memberikan pinjaman seratus persen berdasarkan harga rumah, namun hanya sekitar 70 persennya saja. Sisanya harus ditanggung oleh konsumen sendiri. Inilah yang dimaksud dengan DP (down payment) atau uang muka. Nasabah harus sanggup menyiapkan uang muka untuk persiapan kredit kepemilikan rumah bekas, karena Uang muka masuk dalam syarat mengajukan proses kpr rumah.

Bank lebih concern terhadap calon peminjam dengan masa kerja yang lebih stabil dan dengan peningkatan karir yang cukup baik, ketimbang calon peminjam yang terbiasa berpindah-pindah pekerjaan atau perusahaan tempat bekerja, walaupun hal itu cukup bisa dipahami.

Masa kerja lebih dari dua tahun dan status karyawan tetap menjadi standar awal disetujuinya suatu permohonan KPR. Bagi konsumen yang berwirausaha, masa usaha 2 tahun sudah dapat melakukan proses kpr rumah sesuai dengan kriteria usaha yang ditentukan oleh pihak bank masing-masing.

Poin yang harus diingat kredit kepemilikan rumah bekas maupun baru

  • Jika penghasilan Anda kecil, jumlah pinjaman yang akan diberikan juga kecil. Jika penghasilan besar, semakin besar pula jumlah pinjaman yang bisa diberikan.
  • Batas maksimal total cicilan hutang bulanan sebuah keluarga yang dianggap aman oleh bank adalah sebesar 30% saja dari total penghasilan bulanan keluarga.
  • Semakin besar DP yang Anda tanggung, semakin besar kemungkinan KPR Anda disetujui.
  • Kebijakan bank berbeda-beda dalam menilai dan bertoleransi terhadap riwayat hutang Anda.
  • Masa kerja dan status kepegawaian serta lamanya usaha berjalan merupakan hal-hal yang dipertimbangkan oleh bank sebagai indikasi keberlangsungan penghasilan Anda yang dapat mempengaruhi kemampuan mengembalikan pinjaman kelak.

Untuk syarat pengajuan KPR rumah sebenarnya standar-standar saja tidak terlalu banyak perbedaan dengan persyaratan pengajuan kredit-kredit lainnya, akan tetapi untuk seleksi data persyaratan KPR lebih ketat dan harus melewati analisa yang tepat dan akurat.

  • Project Perumahan Baru

  • Advanced Search

    Rp 0 to Rp 1,500,000

    More Search Options
  • Recent Posts

  • Mortgage Calculator

  • Reset Password

  • Reset Password