Submit Property
click to enable zoom
Loading Maps
We didn't find any results
open map
View Roadmap Satellite Hybrid Terrain My Location Fullscreen Prev Next
Advanced Search

Rp 0 to Rp 1,500,000

More Search Options
We found 0 results. Do you want to load the results now ?
Advanced Search

Rp 0 to Rp 1,500,000

More Search Options
we found 0 results
Your search results

Pengertian Riba Yang Harus Diketahui

Posted by Sabta on August 7, 2017
| 0

Assalamualaikum sahabat fillah yang dirahmati allah, Sebelum memulai usaha perlu diketahui agar usaha anda terbebas dari riba, seperti beberapa transaksi yang tidak asing di keseharian kita baik itu dalam berbisnis dan sebagainya yang terjangkit dosa riba karena prosedur dan skema nya yang tidak sesuai syariah islam.

  1. KPR Konvensional
  2. Leasing
  3. Asuransi
  4. Kartu Kredit
  5. Dana Talangan Haji
  6. Tabungan di Bank
  7. Kartu Debet
  8. Pegadaian
  9. Deposito
  10. Koperasi
  11. Multi Level Marketing
  12. Lelang
  13. Pasar Saham
  14. Obligasi

“Janganlah engkau masuk dan memulai berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk Riba” (Umar Bin Khatab ra)

“Barangsiapa yang berbisnis namun belum memahami agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam Riba, kemudian terjerumus didalamnya dan terus menerus terjerumus ke dalam Riba” (Ali Bin Abi Thalib ra)

Pengertian Riba Yang Harus Diketahui

Riba adalah penetapan bunga dalam pinjaman atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada si peminjam. riba secara bahasa memiliki arti ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, Riba secara linguistik juga berarti tumbuh dan membesar. Yang dimana dalam hukum fiqih muamalah dalam syariah islam riba diharamkan dan dosa riba sangat hina sehingga sangat dibenci oleh allah dan rasulullah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

قَاتَلَ اللهُ الْيَهُودَ، إِنَّ اللهَ لَـمَّا حَرَّمَ شُحُومَهَا جَمَلُوهُ ثُمَّ بَاعُوهُ فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ

“Allah memerangi Yahudi, sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas mereka lemak bangkai, namun mereka (siasati dengan) mencairkan lalu mereka jual dan mereka memakan hasil penjualannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sungguh, akan ada sekelompok manusia di kalangan ummatku yang meminum khamr dan mereka menamakannya dengan selain namanya.” (HR Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)

“Akan datang suatu saat nanti kepada ummat ini tatkala orang-orang menghalalkan riba dengan dalih perdagangan.” (HR Ibnu Bathah)

Untuk apa kaya raya dari hasil riba?

Pesan Nabi, “Janganlah kalian takjub, pada mereka yang memiliki harta dari yang haram.”

Zaman sekarang ini banyak pengusaha yang terlihat kaya raya karena kendaraannya yang mewah, rumahnya yang megah, serta gaya hidup yang tak kalah mewah, Tapi setelah mengenal dekat mereka, rata – rata mengaku bahwa hutangnya lebih banyak  dibanding dengan aset yang mereka miliki. Nah, inilah salah satu pengakuan mereka, yang hutang ribanya rata – rata masih diatas Rp 50 M.

Pasar Riba

Perhatikan, wahai sahabat seiman..
Khalifah Umar bin Khathab r.a pernah melarang siapapun untuk masuk di pasar kaum muslimin dan bahkan berdagang disana, terkecuali dia sudah paham tentang seluk beluk riba. Sungguh, sangat diperlukan ketegasan seorang pemimpin untuk membasmi riba yang sudah mengurat daging dalam kehidupan dan keseharian.

Kebalikannya dengan kondisi saat ini. Justru dipasar tempat beraneka ragam kecurangan dan tidak luput dari unsur riba. Mulai dari mengurangi timbangan hingga beraneka ragam praktek riba, dari yang ilegal seperti rentenir hingga yang legal seperti bank pasar dan sebagainya.

Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya Allah membenci setiap orang yang pandai dalam urusan dunia, namun bodoh dalam urusan akhiratnya.” (HR Al Hakim)

Ada 4 golongan kelompok posisi seseorang dalam kehidupan sebagai berikut :

  1. Orang yang pandai dalam urusan dunia, pandai juga dalam urusan akhirat.
  2. Orang yang pandai dalam urusan dunia, tapi bodoh dalam urusan akhirat.
  3. Orang yang bodoh dalam urusan dunia, tapi pandai dalam urusan akhirat.
  4. Orang yang bodoh dalam urusan dunia, bodoh pula dalam urusan akhirat.

Hanya dari hati nurani anda sendiri yang bisa menjawab berada di golongan manakah posisi anda saat ini..?

Alhamdulillah sahabat, semoga dapat menjadi manfaat menambah ilmu agama agar hidup kita selalu dalam berkah dan lindungan Allah dan sebagai renungan untuk kita semua agar pandai memilah dan memilih segala sesuatu yang halal dan haramnya menurut syariat islam, Aamiin ya rabbal alamiin…

  • Project Perumahan Baru

  • Advanced Search

    Rp 0 to Rp 1,500,000

    More Search Options
  • Recent Posts

  • Mortgage Calculator

  • Reset Password

  • Reset Password